Jangan Kebablasan Menganggap Pahlawan Penyerang Ruang Digital

- Selasa, 20 September 2022 | 10:57 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G Plate. (Foto: PMJ News/Dok Net).
Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G Plate. (Foto: PMJ News/Dok Net).

 

nusantara62 – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate, dalam acara puncak rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kementerian Komunikasi dan Informatik (Kominfo) di lapangan Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, pada Senin (19/9).

Acara itu dihadiri oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kominfo Mira Tayyiba, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) dan Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI) Ismail, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo Usman Kansong, Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel A. Pengerapan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Kabalitbang SDM) Hary Budiarto, Staf Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan media Widodo Muktiyo, Staff Khusus Menkominfo Rosarita Niken Widiastuti, dan Staf Khusus Menkominfo Phillip Gobang, Direktur Pengelolaan Media Ditjen IKP Kominfo Nursodik Gunarjo, Kepala Biro Humas Kominfo Raden Rhina Anita Ernita Martono, segenap pejabat madya, hingga jajaran karyawan di lingkungan Kementerian Kominfo.

Baca Juga: Hindari Perilaku Tidak Jujur dan Curang Selama Mengikuti Ujian PPPK 2022, Syarat Mutlak Lolos Menjadi ASN

Pada kesempatan tersebut menteri Johnny menyesalkan sejumlah pihak yang menginginkan terbentuknya distrust atau ketidakpercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan negara dalam sektor digital di Indonesia melalui penyerangan terhadap ruang digital nasional, terutama milik pemerintah.

Ia menyayangkan sejumlah sikap ini terkait para pelaku penyerang atau peretas ruang digital nasional yang dianggap sebagai pahlawan, padahal bukan karena mereka melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

Menteri Jonhnny mengingatkan untuk tidak menganggap penyerang digital ini dianggap pahlawan. Melakukan pembobolan data dengan aktivitas ilegal di dalam ruang digital dianggap sebagai kriminal, terbolak-balik dunia

Baca Juga: Rutin berolahraga selama setahun dapat meningkatkan kesehatan mental

Melakukan berbagai cara dengan mengeksplorasi dan mengeksploitasi kepercayaan publik pada pemerintah dengan kemampuan penyelenggaraan negara di sektor digital.

Halaman:

Editor: Harry Widi

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rekonstruksi Peragakan Momen Mahasiswa UI Terlindas

Kamis, 2 Februari 2023 | 17:19 WIB

Kolesterol Tinggi, Perlukah Anda Kuatir?

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:15 WIB
X